SuaraSulawesi.Com - Bantaeng - Info berkembang atas dugaan Ketua Gerindra dan sekaligus menjabat sebagai anggota dewan (DPRD) Bantaeng AMHY di sinyalir merugikan Bendaharanya dan sebagai Mitra kerja selain bendahara juga di duga Mitra kerja lainnya.
Sherly Nurcahyani yang di konfirmasi di kediamannya, sebagai bendahara Gerindra menyatakan, bahwa ketua Gerindra AMHY mengajak saya bermitra kerja sama dengan untuk menangani Program Bapak Presiden Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mana kerja sama selama ini semua berjalan lancar dari awal,
saya menyiapkan dapur dan peralatannya untuk di survey dan menyiapkan segalanya begitu, bahkan modal awal pun saya siapkan dan ada berupa kwitansi lengkap dengan vidionya
Selain itu lagi, saya merenovasi dapur dan menyiapkan pekerja tidak mungkin bisa berjalan MBG kalau belum semua siap lokasi dapur yg kami tempati di jlT, A, Gani , setelah semua selesai dan akan lounching
Namun anehnya, begitu berjalan sangat lancar , di situlah nampak kekecewaan saya sebab secara perlahan saya nilai sudah tersingkirkan dan ada dugaan ketua Gerindra AMHY tidak nyaman lagi bekerja sama dan akhirnyaa meminta semua kwitansi saya sebagai bukti pegangan, ada apa yah?
Hal ini, tidak juga menjelaskan apa dan bagaimana gitu, akhirnya dengan setelah saya serahkan sepertinya saya di singkirkan secara perlahan sementara modal saya lebih dari cukup dalam melaksanakan kerja sama MBG ini, sampai2 tidak cukup modal hingga saya menggadaikan mobiL dan rumah untuk menjalankan program MBG ini dengan baik ungkapnya menangisDi lain tempat sala satu oknum yang di rangkul juga Kerja sama dalam menjalankan MBG ( makan Bizi Gratis) ini NURWAHIDAH konfirmasi di Toko Buahnya
Mengatakan bahwa memang kami kerja sama dengan sebagai Mitra dengan Ketua Gerindra pk AMHY dan yayasan semua kerjas sama ini dalam program Makan Bergizi Gratis memang sangat bagus apa lagi makanan bergizi bagi anak anak sekolah hanya saja, saya mundur kerja sama, sebab sudah tidak nyaman lagi
Dari awal kerja sama, saya bermodal mengontrak, membenahi dapur semua saya persiapkan termasuk peralatan anehnya setelah selesai di renov dan lounching saya nilai kenapa tidak senyaman lagi seperti dulu akhirnya saya ambil keputusan mundur, dan semua permodalan yg saya pakai sudah terbayarkan sesuai kwitansi yg terlampir jadi saya mundur karena ketidak nyamanan saja Ungkap Nur Wahidah yang sering di panggil B, Ida
Di Tempat yg berbeda dalam hari yg sama tanggal 23 Maret 2025 di Sala satu kafe di Pantai seruni menemui Ketua Gerindra AMHY, kebetulan juga sempat hadir Ketua Yayasan YAPKA , AKWIL.
Mengawali konfirmasi hal terkait dugaan keterlibatan Ketua Gerindra dan sebagai Oknum Dewan DPRD Bantaeng periode 2025- 2030 mengatakan membenarkan bahwa Ibu Serly adalah bendahara dari Paratai Gerindra juga mengajak kerja sama dalam mendukung program MBG ( makanan Bergizi Gratis) dan keterlibatan ini tidak sama sekali karena ada pihak ketiga yaitu Yayasan YAPKA untuk menjalankan dan melaksanakan kerja sama makan gratis ini dan bila ada info menyudutkan saya itu biasa, lumrah dan sah2 sajaDan juga tidak menyalahkan bendahara saya dan saya malah ingin merangkul siapa saja yg ingin bergabung untuk menjalankan program ini marilah kita sama2 mendukung dan untuk lebih jelasnya ada Ketua Yayasan yang bisa jawab ungkan AMHY
Ketua Yayasan AKWIL yg akrab di sapa Pk Awil ini dengan senyum ramah menjelaskan bahwa apa yg di sampaikan ibu Serly membenarkan kerja samanya dan juga Ibu IDA, mengenai kerugian yg di maksud kami sdh membayarkan sesuai bukti Kwitansi, dan itupun beberapa kali mengubungi minta ketemuan jika masih ada yang belum selesai dan sampai setiap ini ibu Serly belum datang juga jadi kami Masih menunggu ibu Serly untuk menyelesaikan nya dalam administrasi ungkapnya
tidak ada masalah tanpa solusi namun sangat disayangkan sebab dua oknum mitra kerjanya menyedihkan dalam kerja samanya, kenapa , di duga sebagai ketua Gerindra harusnya mengawasi apa lagi sebagai oknum dewan di sinyalir terjun langsung harusnya mengawasi jalannya program ini malahan merangkul bendaharanya kerja sama sebagai mitra dan di duga merugikan baginya
Liputan : Sumarni
Editor. : Uchenk